Showing posts with label OPSI. Show all posts
Showing posts with label OPSI. Show all posts

July 04, 2018

Pengumuman finalis OPSI SMP Tahun 2018

Sahabat pelajar SMP semuanya terkhusus peserta Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI)  telah diumumkan finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) SMP tingkat nasional tahun 2018. Finalis OPSI Smp 2018 didapatkan 34 finalis masing masing bidang,  diketahui bahwa bidang OPSI jenjang SMP ada tiga bidang penelitian yaitu (1) bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan, (2) bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan dan Seni, (3) bidang Ilmu Teknologi dan Rekayasa. Sehingga Dari naskah yang masuk telah didapatkan 102 peserta finalis. 

Finalis OPSI SMP 2018

Silahkan kamu download daftar finalis peserta OPSI 2018  berdasarkan Surat Keputusan tentang penetapan finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia Jenjang SMP tingkat nasional tahun 2018.  DOWNLIAD SINI

Bagi peserta yang belum masuk ke tahap final jangan berputus asa,  terus lah melakukan penelitian, hingga kamu bisa menumkan penilitian yang berhasil dan banyak mendatangkan manfaat bagi manusia.  Bagi yang lulus ke babak final terus berjuang untuk meraih juara 1 opsi smp 2018.  Dan jangan lupa tularkan kepada teman lainnya semangat melakukan penelitian. 
Read More

May 29, 2018

Sekilas Info OPSI SMA 2018

Lantas siapa saja yang bisa mengikuti OPSI? Mungkin pertanyaan inilah yang paling pertama muncul setelah “berkenalan” dengan OPSI di artikel yang sebelumnya. Tenang saja ternyata untuk menjadi peserta OPSI nggak susah kok syaratnya. Nah adapun yang bisa menjadi peserta OPSI yang pertama pasti harus merupakan warga negara Indonesia. Yang kedua merupakan siswa SMA/MA/sederajat baik sekolah negeri maupun swasta dan berada di kelas X atau XI pada saat penelitian dilakukan. Jadi siswa kelas XII nggak bisa menjadi peserta OPSI karena sudah harus fokus menghadapi aneka rupa ujian. Ketiga peserta OPSI  dapat  berupa perorangan maupun kelompok. Tapi yang berkelompok maksimal dua orang aja ya, satu orang sebagai ketua dan yang lainnya sebagai anggota. Keempat untuk peserta OPSI pada penelitian yang dilakukan secara berkelompok harus berasal dari sekolah yang sama. Kelima setiap peserta hanya boleh terlibat dalam satu judul penelitian. Persyaratan keenam setiap kelompok atau judul penelitian harus memiliki guru pembimbing yang sesuai dengan bidang yang diteliti. Nah yang terkahir atau persyaratan ketujuh peserta memberikan pernyataan bahwa penelitian yang dilakukan belum pernah dilombakan atau pernah dilombakan tapi belum pernah mendapat juara atau penghargaan di tingkat nasional. 

Sekilas Info OPSI SMA 2018

Pada persyaratan keenam peserta OPSI harus memiliki guru pembimbing. Nah… pasti nanya lagi ya siapa saja yang bisa menjadi guru pembimbing peserta OPSI. Sama dengan syarat menjadi peserta OPSI, untuk menjadi guru pembimbing pun juga tak kalah mudahnya. Persyaratan pertama untuk menjadi pembimbing OPSI sama dengan persyaratan peserta OPSI yaitu berkewarganegaraan Indonesia. 

Persyaratan kedua merupakan merupakan guru yang mengajar di sekolah yang sama dengan siswa yang dibimbing. Dan yang ketiga tentu saja guru pembimbing harus membimbing siswa selama masa penelitian sesuai dengan bidang yang diampunya.

Jika sudah tahu kriteria menjadi peserta dan pembimbing OPSI, tentu akan muncul pertanyaan selanjutnya terkait dengan prosedur pendaftaran.  Apalagi OPSI tahun 2018 sekarang sudah di depan mata. Secara umum peserta OPSI harus mendaftarkan diri di pada laman http://olimpiade.psma.kemdikbud.go.id/olimpiade/opsi/app/register.php

Jika bersifat personal maka peserta OPSI bisa mendaftarkan diri menggunakan alamat email pribadi yang valid. Jika bersifat kelompok maka peserta OPSI dapat mendaftarkan diri menggunakan email kelompok. peserta OPSI dalam bentuk kelompok tidak harus mendaftarkan masing-masing peserta namun cukup didaftarkan oleh satu orang saja, dalam hal ini didaftarkan oleh ketua kelompok. Tahap selanjutnya peserta OPSI melengkapi biodata peserta pada laman pendaftaran tersebut. Berikut contoh form biodata yang diisi oleh peserta OPSI.
Format Biodata Ketua Kelompok (Lihat : Buku Pandua OPSI 2018)

Setelah semua identitas peserta dan pembimbing diisi secara lengkap maka nanti setiap peserta OPSI akan mengunggah rencana penelitian dalam format pdf dan dilanjutkan dengan hasil akhir penelitian juga dalam format pdf. Peserta OPSI harus mengingat nomor registrasi karena akan menjadi sandi untuk mengunggah laporan hasil akhir penelitiannya. Selain itu peserta juga harus mengunggah abstrak dan logbook. Logbook yaitu  catatan harian yang berisikan semua kegiatan yang telah dilakukan oleh peneliti dan diketahui oleh pembimbing. Selain mengunggah laporan penelitian, peserta OPSI juga harus mengirimkan laporan penelitian dalam bentuk hardcopy kepada panitia pelaksana. Nah satu hal lagi yang tak kalah pentingnya adalah peserta OPSI diwajibkan untuk membuat video profil penelitian berdurasi 60 detik. Video yang dibuat berisi tentang paparan penelitian yang dilakukan. Ah iya… lupa wajah peneliti pertama dan apa yang diteliti harus ada dalam video. Nantinya video tersebut diunggah di Youtube dan alamat akun Youtubenya akan ditautkan ke akun pendaftaran peserta. Tentu saja peserta wajib memviralkan video profil penelitiannya. Tenang saja bagi peserta yang berhasil memviralkan video profil penelitian dengan jumlah pengunjung terbanyak akan mendapatkan pengharagaan dari panitia lomba. 

Sebuah olimpiade atau pun perlombaan tentu saja memiliki apresiasi tersendiri untuk setiap pemenangnya. Lantas apa saja apresiasi yang akan diterima oleh pemenang OPSI?  Setiap Laporan Hasil Penelitian yang lolos ke babak final memperoleh hadiah sejumlah Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) dan beasiswa pendidikan bagi setiap peserta berjumlah Rp3.500.000,00 (tiga juta lima ratus ribu rupiah). Untuk peneliti yang berhasil memviralkan video profil penelitiannya dengan jumlah pengunjung terbanyak akan mendapatkan penghargaan sebesar Rp3.500.000,00 (tiga juta lima ratus ribu rupiah). Bagi pemenang yang berhasil masuk babak final OPSI akan mendapatkan medali emas, medali perak, dan medali perunggu sesuai urutan nilai yang dimilikinya. Dan sebuah penghargaan khusus diberikan pada peserta yang memiliki keunikan tersendiri pada topik penelitiannya. 

Apakah tertarik menjadi peserta OPSI? Sayangnya pendaftaran OPSI 2018 sudah ditutup beberapa waktu yang lalu. Maka jika tertarik ada baiknya mempersiapkan diri untuk OPSI di tahun mendatang. Berikut kalender OPSI tahun 2018 agar peserta OPSI 2018 dapat memperhitungkan waktu yang disediakan.
Read More

May 08, 2018

Dulu LPIR Sekarang OPSI

OPSI. Jika mendengar kata ini apakah yang terlintas dipikiran kita semua? Apakah sebuah pilihan. Ya…bisa jadi opsi adalah sebuah pilihan. Tapi OPSI yang akan kita perbincangkan saat ini bukanlah terkait dengan sebuah pilihan. Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia atau yang disingkat dengan OPSI adalah sebuah sebuah ajang bergengsi penelitian ilmiah tahunan bagi siswa SMA sederajat baik berupa karya tulis ataupun sebuah penemuan baru (invention). Kompetisi ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sebenarnya OPSI telah dimulai sejak tahun 1977 yang saat itu dikenal dengan nama Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR). Barulah pada tahun 2009 LPIR berganti nama menjadi OPSI hingga saat ini. 

Dulu LPIR Sekarang OPSI

OPSI merupakan salah satu implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 39 tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan yang berorientasi pada peningkatan atmosfir akademi dan prestasi keilmuan melalui Penyelenggaraan Kegiatan Ilmiah; Penyelenggaraan Pameran Karya Inovatif dan Hasil Penelitian; dan Pembentukan Klub Sains. OPSI diharapkan dapat membangun integritas dan tanggung jawab, kemampuan berpikir logis dan analitis, kemampuan bekerja sama dalam kelompok dan keterampilan berkomunikasi, serta kemampuan menulis karya ilmiah. Melalui OPSI, diharapkan dapat mengembangkan budaya meneliti di kalangan siswa dan menjaring peneliti muda yang bisa diikutsertakan dalam kegiatan penelitian di kancah dunia. Hingga saat ini, tahun 2018 merupakan tahun ke-sepuluh pelaksanaan OPSI bagi Direktorat Pembinaan SMA. Pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 OPSI diselenggarakan di Provinsi DKI Jakarta, di tahun 2014 OPSI diselenggarakan di Provinsi D.I Yogyakarta. Pada tahun 2015 OPSI dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur sedangkan di tahun 2016 OPSI kembali digelar di Provinsi DKI Jakarta kemudian pada tahun 2017 OPSI kembali dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur. 

Pada tahun 2018 OPSI akan diselenggarakan di Provinsi Jawa Tengah yang terbagi dalam tiga bidang perlombaan yaitu 1) Matematika, Sains, dan Teknologi (MST); 2) Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR); dan 3) Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH). Dengan mengusung tema #MENELITIITUSERU, OPSI ingin mengubah mindset siswa yang beranggapan bahwa meneliti adalah sebuah pekerjaan panjang, serius, sulit, serta membosankan menjadi sebuah pekerjaan yang menyenangan dan easy to do. OPSI sudah jadi agenda tahunan DITPSD dan PSMA sekaligus menjadi ajang seleksi bagi karya penelitian unggul yang akan diikutsertakan dalam ajang lomba penelitian tingkat internasional sebagimana yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. 

Sejak dilaksanakan dari tahun 1977 OPSI yang kala itu bernama LPIR konsisten untuk terus menyelenggarankan perlombaan dan sukses menjadi ajang penelitian ilmiah yang ditunggu-tunggu oleh seluruh siswa SMA di Indonesia. Setidaknya rata-rata seribu karya penelitian dikirimkan oleh siswa SMA dari Sabang hingga Merauke dalam ajang OPSI. Selain itu OPSI juga konsisten memelakukan evaluasi dan peningkatan kualitas penyelenggaraannya. Menilik dari cerita tiga tahun lalu, OPSI 2015 menerima 790 naskah penelitian dimana  terpilih sebanyak 88 naskah, yang terdiri dari 58 naskah untuk kelompok IPA dan 30 naskah untuk kelompok IPS. Adapun jumlah finalis OPSI 2015 beserta anggota berjumlah 168 orang dengan jumlah guru pendamping mencapai 58 orang guru. 

Karya terbaik yang pemenang OPSI tentu saja akan diikutsertakan dalam ajang penelitian internasional. Sejak tahun 2010 sejumlah prestasi yang diperoleh berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia internasional, diantaranya yaitu : 1) International Conference of Young Scientist (ICYS) 2010 dengan total 12 medali yang terdiri atas 7 medali emas, 1 medali perak, dan 4 medali perunggu; 2) Mostratec 2012 yang memperoleh 1 medali perak; 3) International Science Project Olympiade (ISPrO) 2013 dengan perolehan 5 medali emas, 4 medali perak, dan 4 medali perunggu.; dan 4) ISPrO 2014 dengan perolehan 6 medali emas dan 4 medali perak. Selain itu dua siswa SMAN 2 Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan yaitu Muhtaza Aziziya Syafiq dan Anjani Rahma Putri dengan karya ilmiahnya berupa kulkas tanpa freon berhasil mengalahkan 1.700 peserta lain hanya dengan modal kurang dari Rp100.000,00 pada sebuah ajang bergengsi dunia bertajuk Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) yang  diselenggarakan di Los Angel, Amerika Serikat pada tahun 2013.  
Read More