March 19, 2018

Pedoman Pelaksanaan (JUKNIS) LKS SMK 2018

Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS-SMK). LKS adalah salah satu bentu upaya kemdikbud dalam hal ini PSMK untuk mempromosikan para lulusan SMK kepada dunia usaha atau dunia industri bahwa lulusan SMK memiliki kompetensi atau skill. Bahwa Siswa SMK ini sesuai dengan slogannya, maka harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja baik yang bertaraf nasional maupun internasional.

LKS SMK yang ke-26 ini sekaligus kegiatan pameran Produk Inovasi Unggulan Hasil Karya Siswa siswi SMK Tahun 2018 serta kegiatan pendukung lainnya adalah “SMK Bisa, SMK Hebat, Siap Kerja, Santun, Mandiri, Kreatif” dengan melambangkan kotak berwarna-warni yang dapat diartikan generasi muda “zaman now” yang dinamis, aktif, dan kreatif dalam mengasah kompetensi, bekerja secara produktif serta tangguh dalam menjawab tantangan di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Pedoman Pelaksanaan (JUKNIS) LKS SMK 2018

LKS SMK Tingkat Nasional ke-26Pada tahun 2018 ini diselenggarakan pada tanggal 6 s.d. 12 Mei 2018 di Provinsi NTB. Bidang kompetensi yang akan dilombakan melipuit 56 jenis bidang lomba, silahkan kamu lihat nanti di pedoman pelaksanaan atau uknis yang bisa kamu download dibawah ini nantinya.  Waktu dan Pelaksanaan Kegiatan Lomba LKS SMK Tingkat Nasional ke-26 Tahun 2018 akan dilaksanakan mulai tanggal 6 s.d 12 Mei 2018 dari pukul 08.30 s.d. selesai. Sebagian besar bidang lomba terpusat di Lombok City Center, Kab. Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan beberapa bidang lomba akan dilaksanakan SMK Negeri 1 Lembar.


Direktorat Pembinaan SMK selaku Penyelenggaraan LKS SMK 2018   mengdakan 51 bidang lomba sedangkan 5 bidang lomba akan dilaksanakan secara daring (online) bekerjasama dengan SEAMEO Sekretariat. Dalam pelaksanaan LKS di Provinsi NTB, akan melibatkan peran serta SMK di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai koordinator bidang lomba yang bertugas mengkoordinasikan materi berupa peralatan, bahan, kelengkapan lomba. Selain itu, peran serta dari kalangan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) juga dioptimalkan antara lain sebagai sponsorship, narasumber, pelatih, juri dan sebagainya.

Di Era Milenial dan dalam kerangka ikut berpartisipasi dalam pencapaian target dalam Millennium Goals Development, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut untuk memperbaiki kualitas pendidikannya serta memberi kesempatan yang sama bagi siswa untuk meraih prestasi setinggi – tingginya sehingga siap kerja sesuai keterampilan di dalam maupun di luar negeri. Untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhn pasar kerja tersebut, siswa SMK harus memiliki keahlian maupun keterampilan abad 21. Sebagai bagian dari proses pengembangan sumber daya manusia (SDM), maka pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus mampu menghasilkan lulusan yang mampu mengisi dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dan mampu menunjukkan keahlian dan daya saing di kancah nasional maupun internasional.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka penyelenggaraan pendidikan di SMK harus senantiasa bias bertujuan untuk membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan kompetensi teknis yang relevan sesuai perkembangan zaman. Selain itu, lulusan SMK harus memiliki kemampuan generik yang harus dikuasai oleh setiap lulusan yang ditunjang dengan kemampuan softskill, antara lain kemampuan berkomunikasi, berfikir kritis, memecahkan masalah, berinteraksi, serta kemampuan bekerjasama secara efektif dengan pihak lain. Aspek penunjang lainnya bagi lulusan SMK adalah karakter yang tangguh, mandiri, bertanggung jawab, kreatif dan berjiwa wirausaha.

Zaman sudah berubah, untuk itu beberapa bidang lomba yang semula dilaksanakan secara konvensional kita reformasi menjadi lomba secara daring (online) yang kita harapkan dapat menjadi ajang penyaluran bakat dan minat dan juga kesesuaian dengan perkembangan teknologi masa kini. Mencari informasi yang cepat sekarang sudah digantikan dengan smartphone, sehingga berkembang saat ini penyedia informasi maupun transaksi secara daring kita temui juga banyak youtube professional yang bermanfaat dalam menciptakan lapangan kerja baru.

Berbagai kompetensi keahlian yang dikuasai siswa SMK di atas, akan terwadahi kinerjanya melalui kegiatan LKS Siswa SMK. Melalui kegiatan tersebut, peserta dituntut untuk piawai dalam mengerjakan soal-soal dalam bidang lomba sesuai dengan keahliannya. Selanjutnya dari ajang ini, akan dihasilkan para jawara LKS yang akan berkiprah dalam World Skills Competition (WSC) sehingga mampu meningkatkan reputasi Indonesia di kancah Indonesia dan memajukan sektor penting dalam negeri. Kegiatan LKS juga memberikan peluang kepada dunia usaha dan industri untuk berpartisipasi mensukseskan memeriahkan penyelenggaraan LKS sekaligus dalam rangka penyiapan SDM industri yang lebih baik.
Read More

March 17, 2018

JUKNIS O2SN SMK 2018

Donwload dan pelajari panduan pelaksanaan O2SN SMK 2018. Lomba lomba seperti O2SN bagi siswa adalah lomba yang sangat di tunggu,  selai  menunjukkan mereka mempunyai keahlian dibidang tertentu,  ajang lomba seperti ini menunjjukkan mereka bisa salinh aju kemampuan dalam sportivitas.  Mereka akan bangga jika bisa juara di kabupaten mereka mengalahkan sekolah sekolah SMK lainnya.  Apalagi sudah bisa ikut nantinya sampai ke tingkat nasional.  Selain dari mengharumkan nama sekolah,  nama pribadi tentu juga membawa keberuntungan.

Juknis O2SN SMK 2018

Untuk menjadi sang juara dalam O2SN SMK 2018 tentu prlatih danyang dilatih harua berpedoman kepada petunjuk pelaksanaan atau juknis yang dikeluarkan di tahun 2018,  karena penilaia  oleh juri nantinya tentu berpedoman juga kepada juknis. 

Sekarang silahkan kamu download juknis O2SN SMK 2018 melalui link tautan download yang kmai sediakan dibawah ini. 


Silahkan bapak ibu bagikan juknis ini,  mungkin diluar sana sahabat kita yang lain juga sedang mencari juknis O2SN SMK 2018   semoga nanti bermanfaat. 

Silahkan lihat apa saja persyaratan untum mnejadi leserta O2SN SMK 2018.  Terutama umur nanti perlu sangat diperhatikan,  pengalaman dilapangan khusus anak SD banyak juga yang bawa umur lebih untuk tingkat kecamatan sehibgga di tingkat kabulaten tidak bisa lagi ikut.  Karena terlalu ambisius untuk menang dan akhirnya kalah juga. 
Read More

March 15, 2018

Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik serta Foto Pendidikan dan Kebudayaan 2018

LOMBA KARYA ARTIKEL DAN JURNALISTIK  yang bertemakan  Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan. Lomba ini di adakan Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyelenggarakan kegiatan apresiasi terhadap artikel (opini) dan karya jurnalistik (features) pendidikan dan kebudayaan dalam bentuk lomba. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan apresiasi kepada para penulis dan jurnalis yang peduli pada dunia pendidikan dan kebudayaan di Indonesia, yang sudah dikategorikan oleh panitia dengan kategori artikel (opini) untuk guru, artikel (opini) untuk umum, dan karya jurnalistik (features) untuk wartawan. 

Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik  serta Foto Pendidikan dan Kebudayaan 2018

Lomba Artikel (Opini)
  1. Bentuk tulisan : Opini - untuk umum dan pendidik (guru)
  2. Dimuat di media cetak atau media daring (online) nasional atau daerah yang terbit di Indonesia 
  3. antara 1 Mei 2017 – 20 April 2018
  4. Tulisan dimasukkan melalui kolom teks editor yang telah disediakan dalam aplikasi disertai bukti pemuatan setelah dipindai (scan) diunggah paling lambat tanggal 21 April 2018, pukul 23.59 waktu panitia ke laman lombafotoartikel.kemdikbud.go.id
  5. Artikel belum pernah/tidak sedang diikutsertakan dalam lomba apapun
  6. Tidak duplikatif atau replikatif
  7. Lengkap/tuntas (masalah-Sebab-Akibat-Solusi)
  8. Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, maksimal 8.000 karakter
  9. Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 naskah artikel
  10. Penulis bukan birokrat/pejabat Kemendikbud pusat ataupun wartawan
  11. Peserta kategori guru adalah guru yang aktif mengajar dibuktikan dengan NUPTK atau 
  12. surat keterangan dari pimpinan satuan pendidikan tempat mengajar
  13. Setiap peserta wajib mengisi formulir identitas pengirim yaitu: nama, alamat, pos-el (email), nomor telpon/ponsel,
  14. Nomor Induk Kependudukan atau nomor SIM, serta mengunggah bukti pemuatan
  15. Panitia berhak menggunakan bahan tulisan yang diikutsertakan dalam lomba untuk kepentingan nonkomersial Kemendikbud
  16. Keputusan panitia tidak bisa diganggu gugat

Lomba Karya Jurnalistik (Features)
  1. Bentuk tulisan : Features - untuk wartawan
  2. Dimuat di media cetak atau media daring (online) nasional atau daerah yang terbit di Indonesia
  3. antara 1 Mei 2017 – 20 April 2018
  4. Tulisan dimasukkan melalui kolom teks editor yang telah disediakan dalam aplikasi disertai bukti pemuatan setelah dipindai (scan) diunggah paling lambat tanggal 21 April 2018, pukul 23.59 waktu panitia ke laman lombafotoartikel.kemdikbud.go.id
  5. Features belum pernah/tidak sedang diikutsertakan dalam lomba apapun
  6. Tidak duplikatif atau replikatif
  7. Lengkap/tuntas (masalah-Sebab-Akibat-Solusi)
  8. Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, maksimal 8.000 karakter
  9. Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 naskah Features
  10. Penulis adalah wartawan aktif di dibuktikan dengan Kartu Pers atau surat keterangan dari pimpinan media tempat bekerja
  11. Penulis bukan birokrat/pejabat Kemdikbud pusat
  12. Setiap peserta wajib mengisi formulir identitas pengirim yaitu: nama, alamat, pos-el (email), nomor telpon/ponsel,
  13. Nomor Induk Kependudukan atau nomor SIM, serta mengunggah bukti pemuatan dan Kartu Pers.
  14. Panitia berhak menggunakan bahan tulisan yang diikutsertakan dalam lomba untuk keperluan nonkomersial Kemendikbud
  15. Keputusan panitia tidak bisa diganggu gugat

Setiap pemenang untuk masing-masing kategori berhak mendapatkan hadiah:

Hadiah Juara Pertama sebesar Rp 15.000.000,- (dipotong pajak)
Hadiah Juara Kedua sebesar Rp 12.000.000,- (dipotong pajak)
Hadiah Juara Ketiga sebesar Rp 10.000.000,- (dipotong pajak)

LOMBA FOTOGRAFI yang bertemaka Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan. Lomba ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyelenggarakan kegiatan apresiasi terhadap foto pendidikan dan kebudayaan berbentuk lomba. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan apresiasi kepada para fotografer yang sudah dikategorikan oleh panitia dengan kategori pelajar, guru, umum, wartawan, serta kategori favorit yang peduli pada dunia pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. 

KETENTUAN LOMBA FOTOGRAFI
  1. Lomba foto meliputi 4 Kategori, yaitu kategori Pelajar, Guru, Umum, dan Wartawan. Selain itu juga ada 1 juara Favorit yang mencakup keseluruhan kategori
  2. Foto yang diikutsertakan dalam lomba adalah foto yang menggambarkan dunia pendidikan dan/atau kebudayaan di Indonesia
  3. Foto yang diikutsertakan tidak mengandung SARA dan Pornografi maupun melanggar undang-undang yang berlaku
  4. Mengirimkan foto dalam format .jpeg dengan ukuran file minimal 1 MB dan maksimal 2,50 MB, bisa menggunakan DSLR, kamera saku, kamera smartphone high resolution, dan lainnya
  5. Pemenang wajib mengirimkan file asli foto
  6. Foto berwarna (Full Colour) tanpa watermark
  7. Mencantumkan judul foto dan narasi singkat (caption)
  8. Editing foto hanya sebatas edit minor, antara lain: crop, brightness, contrast
  9. Tiap peserta dapat mengirimkan maksimal 5 karya foto
  10. Foto dibuat pada periode 1 Juni 2017 sampai 2 Mei 2018dan diterima panitia paling lambat tanggal 2 Mei 2018, pukul 16.00 WIB (waktu panitia)
  11. Diunggah ke dalam laman lombafotoartikel.kemdikbud.go.id
  12. Foto yang dikirim original, tidak rekayasa, duplikatif, replikatif, dan reproduksi
  13. Setiap peserta wajib melampirkan identitas pengirim yaitu: nama, foto profil, kategori yang diikuti, akun instagram, profesi, alamat, email, nomor telpon/ponsel, dan nomor induk kependudukan atau nomor SIM
  14. Peserta kategori pelajar adalah pelajar untuk jenjang SD/sederajat, SMP/sederajat, dan SMA/SMK/sederajat yang dibuktikan dengan Kartu Pelajar atau surat keterangan dari sekolah asal
  15. Peserta kategori guru adalah guru warga negara Indonesia yang aktif mengajar dibuktikan dengan NUPTK atau surat keterangan dari pimpinan satuan pendidikan tempat mengajar
  16. Untuk kategori umum, peserta merupakan warga negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang berdomisili di Indonesia
  17. Khusus jika yang di ikuti kategori wartawan harus melampirkan kartu persnya yang dimilki , karya foto sudah pernah dimuat  serta bukti pemuatan
  18. Belum Pernah diikutsertakan dalam lomba apapun dan tidak sedang disertakan dalam lomba foto lainnya
  19. Peserta wajib mengikuti (follow) akun instagram @kemdikbud.RI dan mengunggah (repost) ulang pengumuman lomba di akun instagramnya
  20. Semua foto yang disertakan dalam lomba, wajib diunggah di akun instagram peserta dengan mention ke akun @kemdikbud.RI dan menggunakan tagar #lombafotokemdikbud2018
  21. Fotografer bukan birokrat/pejabat Kemendikbud pusat
  22. Panitia berhak menggugurkan karya foto apabila diketahui tidak sesuai dengan kriteria lomba
  23. Kemendikbud berhak menggunakan/memublikasikan foto yang masuk ke panitia untuk kepentingan nonkomersial Kemendikbud. Panitia dibebaskan dari tuntutan pihak ketiga apabila foto diperlukan untuk keperluan di atas
  24. Keputusan Panitia lomba tidak dapat diganggu gugat

Setiap pemenang untuk kategori guru, umum dan wartawan berhak mendapatkan hadiah:

Hadiah Juara Pertama sebesar Rp 15.000.000,- (dipotong pajak)
Hadiah sJuara Kedua ebesar Rp 12.000.000,- (dipotong pajak)
Hadiah Juara Ketiga sebesar Rp 10.000.000,- (dipotong pajak)

Sedangkan kategori pelajar berhak mendapatkan hadiah:
Juara I (3 pemenang): masing-masing Rp. 6.000.000 (dipotong pajak)
Juara II (5 pemenang): masing-masing Rp. 4.000.000 (dipotong pajak)
Juara III (7 pemenang): masing-masing Rp. 3.000.000 (dipotong pajak)
Sedangkan juara favorit berhak mendapatkan hadiah: Rp 10.000.000,- (dipotong pajak)

Jika kamu tertatik ingin mengkuti lomba silahkan pantau website resmi LOBA FOTO ARTIKEL KEMDIKBUD

Atau secara terpihsah khusus Lomba Fotografi 


Read More

March 11, 2018

Panduan Pelaksanaan LDBI SMA 2018

LDBI adalah singkatan dari Lomba Debat Bahasa Indonesia. Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) merupakan Salah satu upaya untuk mewujudkan peningkatan kompetensi tersebut adalah dengan mewadahi peserta didik, dalam hal ini peserta didik SMA, dengan kegiatan positif yang memacu semangat berkompetisi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan melalui bakat/minat

Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) merupakan lomba debat bagi siswa tingkat sekolah menengah atas yang mempunyai bakat dan minat dalam debat untuk memilih peserta yang terbaik. Para peserta didik akan difasilitasi untuk mengembangkan kemampuan argumentasi, pemecahan masalah, dan penyampaian pendapat secara sistematis dan menarik. Seluruh kegiatan ini diharapkan dapat membangun kapasitas generasi muda Indonesia dalam berpartisipasi secara aktif dalam demokrasi dan pergaulan global.

Panduan Pelaksanaan LDBI SMA 2018

Download Panduan Pelaksanaan LDBI SMA 2018 | DOWNLOAD

Siapa saja yang bisa mengikuti LDBI, berikut kriterianya :
  1. Peserta LDBI adalah Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing yang bertempat tinggal dan menempuh pendidikan di wilayah Republik Indonesia.
  2. Pendebat adalah peserta didik aktif (kelas X, XI, XII) di SMA/MA Negeri atau Swasta yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Pelajar.
  3. Satu tim wajib terdiri atas tiga pendebat dan satu juri N1.
  4. Satu tim debat adalah kumpulan pembicara terbaik yang terseleksi di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi
  5. Juri N1 adalah guru dari Provinsi asal pendebat.
  6. Pendebat wajib mengikuti Seminar Debat
  7. Juri N1 wajib mengikuti Seminar Penjurian, Akreditasi Penjurian, dan proses penjurian selama lomba. Apabila juri N1 tidak mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut, Tim Provinsi dari guru yang bersangkutan hanya diperbolehkan bertanding di babak penyisihan.
  8. Anggota tim tidak boleh diganti dengan alasan apa pun. Jika terjadi pergantian anggota tim, tim tersebut hanya diperbolehkan untuk tetap bertanding di babak penyisihan.
  9. Peserta belum pernah menjadi pemenang (juara tim 1, 2, 3, 4/ semifinalis) ataupun pembicara terbaik (Best Speakers) dari NSDC dan LDBI Tingkat Nasional.


Tahapan LDBI melalui beberapa tahap perlombaan berikut.
  1. LDBI Tingkat Sekolah. Setiap sekolah mempunyai kewenangan untuk menentukan satu tim debat. Satu tim terdiri atas tiga peserta didik sebagai pendebat dan satu orang guru sebagai juri N1 yang selanjutnya berhak untuk mengikuti Seleksi Tingkat Kabupaten/Kota.
  2. LDBI Tingkat Kabupaten/Kota. Setiap Kabupaten/Kota wajib melakukan seleksi untuk menentukan satu tim debat yang nantinya akan mewakili Kabupaten/Kota ke perlombaan tingkat Provinsi. Tim debat tersebut harus diambil dari tiga pembicara terbaik hasil seleksi tingkat Kabupaten/Kota dan satu orang guru sebagai juri N1.
  3. LDBI Tingkat Provinsi. Setiap provinsi wajib melakukan seleksi untuk menentukan satu tim debat terpilih, yang akan mewakili Provinsi ke Seleksi Tingkat Nasional. Seleksi Tingkat Provinsi dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Tim debat tersebut harus diambil dari tiga pembicara terbaik hasil Seleksi Tingkat Provinsi dan satu orang guru sebagai juri N1.
  4. LDBI Tingkat Nasional. Seleksi Tingkat Nasional akan diikuti oleh para pemenang Tingkat Provinsi se-Indonesia yang berjumlah 34 tim. Semua peserta berjumlah 136 orang, yang terdiri atas 102 peserta peserta didik pendebat dan 34 guru juri N1.


Pelaksanaan Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dapat berjalan dengan lancar dengan dilaksanakannya tata aturan yang sudah tertuang dalam Buku Panduan. Pembenahan dalam aspek sikap dan teknis perlombaan semakin dirasa penting dalam membangun karakter peserta. Buku Program LDBI ini diharapkan mampu memberikan informasi yang memadai terkait perlombaan. Dengan selalu mematuhi aturan perlombaan, diharapkan peserta mampu menyerap keterampilan dan nilai-nilai pendidikan dalam LDBI.
Read More

Panduan Pelaksanaan FIKSI SMA 2018

Panduan Pelaksanaan FIKSI SMA 2018. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merintis sebuah program baru dalam bidang kewirausahaan tingkat SMA yaitu Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI). Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) lahir dari suatu pemikiran mendalam mengenai konsep ekonomi kreatif. 

FIKSI antara lain bertujuan untuk menumbuhkan semangat dan jiwa kewirausahaan para siswa SMA/MA dan memberikan pengetahuan dan pembinaan kewirausahaan agar siswa kelak dapat memulai dan mengakselerasi wirausaha sosialnya. Tahun 2018 merupakan tahun ketiga pelaksanaan FIKSI. 

Bidang yang dilombakan pada FIKSI 2017 adalah Bidang Boga, Fashion, Craft (Kerajinan), Desain Grafis, Aplikasi dan Game Digital, dan Bidang Lainnya, yaitu Bidang usaha yang tidak termasuk dalam 5 bidang usaha diatas dapat diajukan dalam kategori bidang usaha, termasuk diantaranya budidaya, pengolahan dan rekayasa. Dapat berbentuk ide dan aktivitas usaha dari lintas sub sektor ekonomi kreatif dengan mengelaborasi basis inovasi, teknologi, media, serta seni dan budaya.

Tema Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia 2018 adalah “THE POWER OF INNOVATIVE SOCIOPRENEURSHIP” (Semangat inovasi kewirausahaan untuk visi kehidupan sosial yang lebih baik). Diharapkan hasil karya para peserta dapat diarahkan sesuai tema tersebut. Melalui FIKSI, para siswa bukan hanya dilatih mencari uang dan keuntungan tapi berbicara mengenai pembentukan karakter siswa untuk dapat menantang diri sendiri, berani bermimpi besar, melatih diri sendiri menghadapi kegagalan, mengembangkan ide menjadi sebuah inovasi, serta menebarkan kebaikan dengan menjadikan idenya bermanfaat untuk orang lain. Melalui FIKSI, para calon pengusaha muda tersebut juga berkesempatan untuk bertukar inspirasi dengan para pengusaha yang sudah sukses dan berkesempatan untuk memperluas jejaring untuk mengembangkan usaha.

FIKSI SMA 2018


DOWNLOAD Panduan Pelaksanaan FIKSI SMA 2018 | DOWNLOAD

Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) ini pun dapat menjadi salah satu program yang berkontribusi bagi pencapaian SDG 2030. Ditambah dengan potensi kekayaan budaya dan tradisi, keragaman sumber daya alam, serta kemajuan teknologi, para siswa dihadapkan dengan peluang yang sangat lebar untuk dapat mengasah empati mereka, sekaligus menguji daya cipta dan kemampuan mereka dalam hal ilmu pengetahuan, kreativitas, dan perangai wirausaha. 

Juga dengan mempertimbangkan segala potensi ekonomi kreatif yang telah kita miliki, sudah sepantasnya kita manfaatkan potensi tersebut secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa. Sehingga jelas terlihat bahwa angkatan muda ini, terutama para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), haruslah memiliki kualitas yang baik, yang akan menjadi penggerak utama dan ujung tombak kegiatan ekonomi di Indonesia.

Adapun generasi post millennial ini menyikapi peluang, berikut eksistensi pergaulannya, melalui usaha yang merespon permasalahan di sekitarnya dengan cara-cara kreatif dan mengaktivasi teknologi. Hal ini selaras dengan karakteristik mereka, dan juga melihat faktor lingkungan secara makro di atas. Mereka merespon dengan menciptakan aktivitas usaha berbasiskan permasalahan sosial yang meliputi lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan, transportasi, penggalangan dana, dll. 

Sebagai contoh, Singgih S. Kartono di Temanggung, Jawa Tengah, pendiri brandMagno yang terkenal dengan desain produk radio kayunya yang telah mendunia, yang mampu menjawab permasalahan penyerapan tenaga kerja di daerahnya, sekaligus permasalahan lingkungan, kapasitas warga, dan ekspresi serta eksistensi budaya.

Karya produk dari bidang aplikasi dan digital game dapat dikatakan bernilai baik jika mampu berfungsi baik dan mudah digunakan (prinsip usability), memberikan pengalaman baru yang menyenangkan bagi penggunanya (prinsip user-experience), dan yang utama dalam ajang FIKSI 2018 adalah tentunya diapresiasi oleh masyarakat baik dalam artian berpotensi besar sebagai komoditi berdaya jual di pasaran atau banyak digunakan.
Read More